Nova88 APK

Final Liga Champions 2020 – Sejarah PSG di Piala Eropa / Liga Champions

Final Liga Champions 2020 – Dua tim yang paling menarik di dunia sepak bola saling berhadapan dalam final Liga Champions yang mendebarkan pada hari Minggu yaitu Paris Saint-Germain menghadapi Bayern Munich di stadion Estadio da Luz – Lisbon.

PSG akhirnya berhasil mencapai pertandingan terbesar dalam sepakbola klub karena mereka ingin mendapatkan trofi yang sangat diinginkan pemiliknya. PSG sukses menuju final setelah mengalahkan Borussia Dortmund, Atalanta BC dan RB Leipzig di babak sistem gugur dalam perjalanan Liga Eropa.

Liga Champions telah menjadi cawan suci bagi tim Prancis itu sejak mereka beralih kepemilikan. Dan hari Minggu besok akan memberi mereka kesempatan untuk mengakhiri apa yang sejauh ini menjadi kisah kegagalan PSG.

Final Liga Champions 2020 saat ini hanyalah musim ke-13 mereka di Piala Eropa / Liga Champions. PSG bukan menjadi peserta reguler di level ini hingga musim 2012-13.

Sejak itu, trofi domestik telah PSG memenangkan 25 dari 31 trofi domestik yang tersedia dalam tujuh tahun terakhir. Tetapi kisah Liga Champions mereka menjadi salah satu hal yang belum melengkapi daftar trofi yang diperoleh.

Empat tahun berturut-turut mereka tersingkir di babak perempat final. Dua kali kalah oleh Barcelona dan satu kali oleh Chelsea dan Manchester City.

Kegagalan Demi Kegagalan PSG Menjalani Liga Eropa

Yang lebih buruk di liga eropa pernah terjadi. Yaitu pada Liga Champions 2016-17 PSG gagal mencapai perempat final karena mereka tersingkir dari kompetisi dengan cara yang menyedihkan.

Barcelona kembali menjadi penghalang mereka. Meskipun tim yang dilatih Unai Emery tampaknya akan melaju ke babak delapan besar ketika mereka menang 4-0 di Parc des Princes pada leg pertama. Sebuah keunggulan yang belum pernah dirasakan oleh tim mana pun dalam sejarah Liga Champions.

Namun, yang terjadi selanjutnya adalah keruntuhan yang dahsyat, saat Barcelona melakukan comeback terbesar yang pernah ada di kompetisi tersebut. PSG entah bagaimana menyia-nyiakan keunggulan mereka dengan cara yang paling dramatis.

Barca masih membutuhkan tiga gol menjelang menit ke-88 dari leg kedua di Camp Nou. Tetapi dua gol dari Neymar kemudian diikuti oleh gol pada menit ke-96 dari Sergi Roberto untuk memastikan kemenangan 6-1 yang benar-benar luar biasa pada malam itu untuk Bayern. Bayern lolos ke fase berikutnya dengan kemenangan agregat 6-5.

PSG kemudian mencari jalan keluar dengan mendatangkan Neymar dan Kylian Mbappe, tetapi bahkan dua pemain termahal dalam sejarah sepakbola belum mampu meningkatkan keberuntungan di Liga Champions mereka sampai musim ini.

Le Parisiens dikalahkan oleh Real Madrid di babak 16 besar pada tahun berikutnya. Dan kemudian menyia-nyiakan keunggulan babak 16 besar melawan Manchester United musim lalu. PSG menang leg pertama 2-0 di Old Trafford tetapi kemudian kalah 3-1 di kandang sendiri.

Memang, meski menghabiskan satu dekade dengan mendatangkan pemain-pemain mahal, sebelum musim ini performa terbaik PSG sebelumnya di kompetisi ini terjadi pada 1994-95 ketika mereka berhasil mencapai semifinal sebelum tersingkir oleh AC Milan.

Satu-satunya kesempatan sebelumnya PSG tampil di kompetisi klub utama Eropa sebelum musim itu adalah di 1986-87, ketika mereka dengan cepat tersingkir di babak pertama.

Tim asal Perancis juga pernah berlaga pada periode 1997-98, 2000-01 dan 2004-05, tetapi tersingkir di babak grup pada setiap kesempatan.